logo

Archive for the ‘Review’ Category

Date31 May 2010 | 08:17 pm comment 0 cat Review

style Rating: ★★★☆☆
Drama serial 16 episode ini berkisah tentang Lee Seo Jung, perempuan muda yang kepengen jadi editor fashion. Bekerjalah dia di sebuah majalah “STYLE” dengan bos seorang perempuan keren yang angkuh. Jalan untuk menjadi editor tentu tidak mudah, banyak konflik kepentingan hadir di sini. Rebutan posisi Chief Editor, ngejilat atasan demi posisi dan intrik-intrik lain yang sebenernya cukup menarik untuk ditonton. Seperti kisah drama Korea pada umumnya, ada 2 tokoh perempuan utama dan 2 tokoh laki-laki utama. Kisah cinta segi empat (?) jadi bumbu cerita yang musti ada.

Di serial ini keliatan banget kontribusi para sponsor alias banyak iklannya, dari cell phone tiap pemain yang di awal episode berbentuk touch screen, eh tiba-tiba di pertengahan episode berubah jadi clamshell dan semuanya memegang cellphone berjenis sama. Lalu mobil yang digunakan para pemeran, semuanya sama, kecuali beberapa tokoh yang dibedain mobilnya. Karena settingnya adalah majalah mode otomatis wardrobe pemainnya juga keren-keren, awalnya sih aneh ya liat Park Ki Ja (Manager killer) berpakaian dress mini dengan lengan balon, tapi lama-lama jadi keren aja.

Sayang dvd yang gue beli terjemahannya acak adut, jadi musti donlod/rip ulang terus burn lagi pake subtitles baru *duh*

Date16 May 2010 | 07:19 pm comment 0 cat Review

bakso jawirHari ini harusnya mau ke Paserbaroe, tapi apa mau dikata tinggal keluar pintu eh tiba-tiba mendung berat. Udah kepalangtanggung tujuan dibelokkan ke Bakso Jawir aja. Tempat makan yang cukup luas ini letaknya di Jl. Tanjung Duren Raya, di deretan Ruko sebelah kanan sebelum Pasar Kopro. Bakso di Bakso Jawir (Rp. 11.000,- )  ini rasanya manis, tapi sambelnya agak berasa aneh, pedes banget jadi ati-ati aja kalo nyendok sambel jangan kebanyakan bisa sakit peyut dong. Saat pesen biasanya ditawarin mau bakso besar atau kecil semua, bakso besar yang dimaksud adalah bakso sekepelan tangan anak kecil yang isinya daging cincang, kalo pake bakso besar bakso kecilnya otomatis berkurang jumlahnya. Es telernya (Rp. 7.000,- ) berisi alpukat, rumput laut, kelapa, kolang kaling, susu dan es serut pastinya.

Date11 May 2010 | 06:23 am comment 0 cat Review

Ada tempat makan misterius -at least buat gue dan teman-teman- yang katanya menyajikan bandeng presto digoreng dan sayur asem dengan model penyajian prasmanan. Suatu hari iseng coba aja nyusurin jalan samping perbanas (Jl. Anggrek) buat nyari tempat makan ini, Mas Adi sih katanya dulu udah pernah makan di sini.

Meskipun awalnya jalan yang ditempuh cukup jauh, siang-siang pula tapi setelah nyobain bandeng presto gorengnya gak nyesel deh. Bandeng presto yang jadi menu andalan di sini di goreng kering, durinya udah gak ganggu lagi, kulit ikannya dibungkus tepung yang krispi. Tapi kalo mau makan di sini musti dateng lebih awal, karena selalu penuh sam aorang kantoran kalo jam makan siang. Tempatnya yang berupa rumah asli dan gak besar dengan meja panjang berjumlah 4 buah saja bikin yang abis selesai makan harus segera gantian sama yang baru dateng.

Di awal penjelajahan kita menemukan tempat ini pulangnya pun kita nyasar :p. Harusnya keluar warung langsung ke kiri eh kita malah ke kanan yang tembus-tembusnya di Kuningan Village, sungguh jauh bukan?