Eci Handayani

Web Developer, Day Dreamer & Sunset Chaser
   Kdrama / Review

Finding Mr Destiny

Sabtu ini gue nonton Finding Mr. Destiny di Gandaria City dalam rangka Korean Film Festival yang adalah salah satu bagian dari Korea – Indonesia Week 2011. Tiketnya gratis, cuma harus daftar dulu via website Korean Culture lalu ambil tiket pada waktu yang sudah ditentukan (molor 2 hari sih).

Setelah ngantri sebentar penonton diperbolehkan masuk 30 menit sebelum film mulai. Studio masih kosong dan karena nggak pake nomer kursi jadi bebas mau pilih duduk di mana, kecuali beberapa kursi di barisan D yang dipasangin kertas “VVIP”. Nah karena nggak pake nomer kursi ini jadi lucu liatnya, banyak yang jadi kebingungan cari tempat yang enak buat nonton, pindah sana pindah sini sesuka hati. Tapi yang kesian sih yang masuk saat lampu sudah dimatikan, kebayang dong, cari kursi kosong tak bernomor gelap-gelap pula.

Eniwei, Finding Mr. Destiny ini film rilis 2010 dibintangi oleh Gong Yoo dan Lim Soo-Jung. Bercerita tentang seorang perempuan yang udah disuruh kawin sama bapaknya, sudah dilamar sama pilot (cakep!) tapi nolak karena masih keingetan sama holiday romancenya, Kim Jong Ok yang ketemu 10 tahun lalu di India. Sampai satu hari bapaknya (yang militer nan galak) menemukan sebuah biro milik Gi Joon (Gong Yoo) yang menawarkan jasa mencari “cinta pertama” mu. Ji woo (Lim Soo Jung) seorang stage director yang pekerja keras, selebor, jorok harus berurusan dengan Gi Joon, laki-laki bersih, rapih (cenderung culun) demi menemukan si cinta pertama di India yang membuatnya gak bisa MOVE ON (hahaha how i laugh at that words).

Alur ceritanya maju mundur, sering flashback ke India yang digambarkan sangat etnik dan dinamis. Lalu ada The Blue City, kota yang rumah-rumahnya bercat krem terang dan biru tempat Ji woo dan Kim Jong Ok jatuh cinta. Gambar-gambar waktu di India ini indah, bagus, mood jatuh cintanya dapet banget.

Eh iya ada yang seru waktu Jong Ok berupa Gong Yoo (bingung? musti nonton baru ngerti) muncul pertama kali, sebioskop berseru “uuuuuwwwww”, lalu adegan berpindah ke rambutnya Gong Yoo, penonton berseru “aaaaaaaaa…”, waktu adegan Ji Woo dikasih cincin sama si pilot cakep, terdengar sebioskop gasped (apa nih bahasa indonesianya?)  hahahhaha seru banget nonton bioskop kali ini, mungkin karena sebagian besar yang nonton cewek, jadinya rame.

Okay kembali ke filmnya, moral of the story is to move on, let go your past, masa lalu adalah masa lalu make a closure and move on, cause who knows your true love may awaits in front of you. Dem! ngemeng mah enak yeh hihi.. ada satu kata-kata bapaknya Ji Woo yang cukup oke:

“You must grab onto fate to realize your destiny

Selain Gong Yoo nya yang keren banget, film ini adalah salah satu dari banyak film Korea that warmed your heart -at least itu yang gue rasain-, meskipun alurnya bikin bingung dan bukan jenis film simpel yang gampang dicerna juga.

Jadi keingetan sebuah quote dari suatu k-drama, “once in life you must experienced passionate love and relationship, just once at least” but hey Ji woo so lucky she had it twice. Terus gue kapaannn?? ㅠ_ㅠ *melipir ke pojokan*

Line