Eci Handayani

Web Developer, Day Dreamer & Sunset Chaser
   Review

prjMinggu sore, gue dan Mega memulai “tamasya coba-coba” kita ke PRJ dari halte busway Jelambar. Tumben antrian tidak seramai dan sepenuh biasanya. Tiba di Halte Harmoni dengan pedenya lanjut ke jurusan Blok M untuk berhenti di Halte Monas, karena sesuai petunjuk dari kampung gajah Busway gratis ke PRJ naeknya dari Monas. Ngantrilah kita kan untuk bis naek bus jurusan Blok M yang (tumben) rame sore itu. Tiba di Halte Monas kami pun mulai celingak celinguk karena gak ada tanda-tanda bis gratis ke PRJ tersebut. Tanya sama mas penjaga pintu, dengan baik hati nya dia menjelaskan kalo pengen ke PRJ naeknya dari parkiran IRTI (whatever that stands for). Dan dia menyarankan untuk balik lagi ke harmoni, naek yang ke Pulogadung dan berhenti di halte Balai kota (bingung toh?) karena dari halte Balai kota ini lebih deket ke parkiran IRTI. Untung kami belum keluar halte Monas, jadinya gak usah bayar lagi *dasar gak mau rugi :D*.. mengikuti petunjuk si mas penjaga pintu, tibalah kami di halte Balai kota.. jalan sedikit masuk parkiran dan menunggu selama hampir 45 menit di bawah satu tenda yang disiapkan untuk para penumpang bis gratisan ini. Hampir Magrib baru bisnya dateng, itupun pake acara dorong-dorongan. Setelah bis kita jalan, baru feeder-feeder lain berdatangan, jumlahnya ada 3 yang baru dateng. Di dalam bis kita, penuh sepenuh-penuhnya, mau masuk Kemayorannya pun macet abis. huh capek deh.

Baru pertama kali gue ke PRJ yang di Kemayoran ini. Harga tiket masuknya Rp. 20.000 yang di balik tiketnya ada kupon-kupon buat tuker tambah sama makanan atau minuman. Berhubung udah laper berat, abis cek lokasi bakal nonton kami cari makan dan menemukan “Kebab Turki”

prj
si Kebab

yang baru aja gue liat reviewnya di Trans 7 paginya. Tanpa keraguan gue membeli satu paket Kebab seharga Rp. 14.000 + air mineral sebotol. Kebabnya endang marendang, daging sapi dengan bawang bombay dan mayonaise yang buanyak ..

Kelar makan kami jalan-jalan lagi cari toilet.. untuk yang mau kesana cari aja toilet di gedung berkaca-kaca, karena toiletnya lebih beradab dari pada di gedung yang ada Rimo nya .. *believe me*.

Di panggung utama lagi maen band berjudul “Phantasm”. Oh My God they are really *i mean really* annoying. Oke coba lu bayangin gini, satu lagu durasinya kurang lebih mencapai 5 menit, hemm macam track dance kan? lalu di setiap lagunya (yang berjumlah 5 itu) instrumen yang dominan adalah GITAR.. alirannya kayaknya classic rock dengan gitar elektrik yang melengking-lengking, tapi suara vokalisnya kadang dibikin macam sepultura gitu .. oh dear God kepala dan kupingku berteriak-teriak minta tolong.

prj
Rebecca

Setelah band ini muncul Rebecca. Cantik dan untungnya dia bawain beberapa lagu top 40 jadi gak bego-bego amat karena gak ngerti lagunya. Abis Rebecca, yang ditunggu dan dinanti pun muncul, Kerispatih. Kita itu ya sebenernya mo cek-cek ombak, liat lokasi dan crowd dan transportasi untuk persiapan nonton Ungu tgl 13 nanti (insya Allah). Rata-rata lagunya diaransemen ulang jadi beda sama kaset .. komentar gue cuman “Anjrit! enak banget!”

prj
Kerispatih

Kita nonton di sayap kiri yang relatif lebih sepi dan lebih keliatan gak kealingan motor hadiah. Lalu berdiri di atas kayu-kayu, gue peratiin kok cuman gue dan Mega (selain fans-fans beratnya di tengah-tengah sana) yang bergoyang ceria mengikuti lagu yang kali ini dibikin lebih “kenceng” dari biasanya. Secara ya boo selama ini nonton kerispatih paling mentog gue cuman goyang kanan kiri doang. Tapi kali ini jadi kepengen loncat-loncat juga, sayang udah gak sanggup keburu kecapean diri di busway. Jam 11 kurang KP kelar maen .. it was awesome. Keren banget. Kami pun pulang dengan hati riang karena jalanan udah sepi dan taxi pun mudah dicari .

   Review  ,
Line
« 
 »